Seputar Seks di Zaman Babilonia Agama dan Politik

Niotolovo - Telah dikenal sejak dahulu jika peradaban kuno itu lahirnya di Mesopotomia (daerah) dan secara harfiah berarti (Tanah) antara sungai. Babilonia adalah salah satu kota dari berbagai macam kota yang ada di mesopotomia yang berperan penting dalam perkembangan budaya barat.

Di bawah kepemimpinan Raja Nebukadnezar, kota itu mencapai puncak ekonomi dan budaya. Di balik kesuksesan dareah itu, Babilonia pada awalnya merupakan kota kecil yang masa depannya terancam oleh serbuan yang datang terus menerus.

Di saat serbuan pihak luar terus berdatangan itulah, muncul legenda pelacur terkenal di Babilonia. Cerita tentang pelacur itu mulai terkenal bersamaan dengan majunya tingkat ekonomi di kota itu. Seperti yang dijelaskan pada situs biblenews1.com, sejumlah ahli mengemukakan bahwa legenda itu sengaja direncanakan sebagai ide cemerlang untuk mengangkat Babilonia menjadi daerah yang berkuasa.

Para pemimpin kota menyadari bahwa seks akan lebih menarik dan lebih cepat menjual dibanding cerita politik atau agama. Hal itulah yang membuat proyek besar ini dirancang untuk jangka waktu yang sangat panjang. Mereka membangun sebuah legenda tentang Pelacur Babilonia, sebuah tokoh mitos yang dihadirkan untuk menyampaikan kesan bisnis prostitusi yang bergengsi dan memikat para pria hidung belang.

Waktu demi waktu, yang terjadi tak seperti harapan. Legenda Pelacur Babilonia lama kelamaan mulai tak mempan mendatangkan pria-pria. Citra kemakmuran dan kekayaan yang dipancarkan oleh mitos Pelacur Babilonia hanya bertahan semasa awal-awal Masehi dan berubah menjadi kesan dosa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seputar Seks di Zaman Babilonia Agama dan Politik"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...