Pentingnya Nota Transaksi untuk Laporan Keuangan

Mungkin sebagian dari kita lembaran nota tidaklah terlalu penting sehingga biasanya dibuang begitu saja setelah melakukan transaksi pembelanjaan. Namun jika anda memiliki jiwa pengusaha selembaran nota dapat menjadi sebuah bukti transaksi untuk dilaporkan dalam buku keuangan.Sebagai pelaku usaha, tentunya Anda sudah sangat sering membelanjakan dana untuk keperluan operasional ataupun non operasional. Namun yang menjadi pertanyaan disini adalah, apakah Anda selalu meminta bukti transaksi untuk setiap pembelanjaan yang dilakukan?

Meski bagi sebagian orang adanya bukti transaksi atau selembar nota tak memiliki arti besar bagi setiap transaksi pembelian yang mereka lakukan, namun bagi para pengusaha adanya bukti transaksi menjadi salah satu alat penguat untuk setiap laporan keuangan yang mereka tuliskan.

Sebab, ketika hendak menyusun laporan keuangan usaha, ternyata tak hanya kedisiplinan para pelaku usaha saja yang perlu diperhatikan agar laporan yang disusun bisa terjamin keakuratannya. Mengacu pada “Prinsip Konservatif” yakni prinsip yang menjunjung tinggi kehati-hatian, maka salah satu poin penting yang tak bisa dipisahkan dari penyusunan laporan keuangan yaitu adanya bukti transaksi.

Yang dimaksudkan bukti transaksi disini adalah alat bukti bisa berupa nota, struk pembelian, kwitansi, faktur, slip, atau memo yang menyatakan bahwa telah terjadi transaksi antara kedua belah pihak (pembeli dan penjual) yang mengakibabtkan pemindahan sejumlah dana ataupun barang.

Nah, untuk mengetahui pentingnya bukti transaksi di laporan keuangan usaha. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kira-kira kemudahan apa saja yang didapatkan para pelaku usaha ketika melampirkan bukti transaksi di laporan keuangan yang disusunnya.

1. Dalam ilmu akuntansi, sebuah transaksi tak dianggap valid apabila tak memiliki bukti transaksi yang cukup jelas. Oleh karena itu, biasakan untuk meminta nota, kwitansi, atau bukti transaksi lainnya untuk setiap aktivitas transaksi yang Anda lakukan. Baik itu bernilai cukup besar (transaksi diatas 1 juta rupiah) maupun transaksi kecil yang nilainya hanya puluhan ribu rupiah.

2. Selain itu, bukti transaksi juga membantu para pengusaha ketika menghadapi auditor keuangan. Dalam hal ini, bukti transaksi berperan penting sebagai alat koreksi untuk mencocokkan antara catatan transaksi keuangan yang dituliskan dengan bukti transaksi yang dimiliki perusahaan Anda. Biasanya, kondisi seperti ini dihadapi para pelaku bisnis ketika hendak menggandeng para investor untuk menyuntikkan tambahan modal ke perusahaannya.

3. Dan yang terakhir yaitu sebagai alat bukti bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Misalnya saja seperti alat bukti pembelian handphone atau laptop perusahaan, yang membutuhkan bukti transaksi sebagai salah satu syarat pengganti kartu garansi apabila di kemudian hari barang-barang tersebut mengalami kerusakan.

Setelah mengetahui pentingnya selembar bukti transaksi dalam menyusun laporan keuangan usaha, semoga kedepannya kita bisa lebih disiplin untuk melengkapi setiap pembelanjaan maupun penjualan produk dengan selembar bukti transaksi yang valid.

Sumber: bisnisukm.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pentingnya Nota Transaksi untuk Laporan Keuangan"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...